flower color FUUUUUU
terus gw malah keinget bilangan kromatik…
but-darlings-the-show-must-go-on:
“Let’s do chemistry!”
at this point, giving up seems so close and relevant. intensely keeps calling me to stay away from my objective. sighed.
-uh, i know this isn’t...
- kiblat pertama umat islam
- tempat terjadinya Isra’ dan Miraj Nabi Muhammad saw
- satu dari tiga mesjid...
beberapa jam yang lalu saya menonton pementasan teater orkestra rumah sakit di taman budaya yogyakarta. saya mengajak seorang teman untuk menemani. dia adalah teman satu sd saya. saya dan dia sama-sama suka melihat acara-acara kesenian semacam pameran atau teater, hehe. beruntunglah saya, saya jadi bisa sering mengajaknya datang ke acara-acara seni pas saya ada di jogja. masalahnya saya kan ga pernah sekolah di sini, jadi cuma dikit teman yang saya kenal di sini, ehehe. ![]()
pertunjukan teaternya digelar di concert hall TBY. dengan tiket seharga dua puluh ribu rupiah, saya dan dyah menonton pertunjukan yang dipersembahkan oleh teater shima, komunitas teater dari sman 6 jogja. penonton yang datang ternyata banyak, sampai sepertinya tidak ada satu pun kursi penonton yang kosong.
seperti judulnya, pertunjukuan teater ini bertemakan rumah sakit. dari awal sampai akhir latarnya di rumah sakit. panitianya pun berkostum memakai jas lab agar terkesan seperti dokter, yang banyak bekerja di rumah sakit. secara umum (menurut saya sih) yang ingin disampaikan sutradara dalam pertunjukan ini adalah sindiran-sindiran terhadap pelayanan rumah sakit. selain itu pertunjukan ini juga dimaksudkan sebagai pertunjukan komedi, terlihat dari sikap dan dialog para pemain di panggung yang kocak dan lebay. mereka (para pemain) memerankan perannya dengan baik dan selalu berhasil membuat saya tertawa setiap mereka melucu. 
namun menurut saya pribadi, dari segi cerita pertunjukan teater tadi masih kurang memuaskan. soalnya, menurut saya sih, hampir bisa dibilang pertunjukan tadi seolah seperti kumpulan fragmen berbagai hal yang terjadi di rumah sakit, tidak ada satu cerita khusus yang mengkaitkan fragmen-fragmen itu. tapi hal itu masih tertutupi oleh akting para pemain yang menghibur itu kok, hehe. dan itu cuma pendapat saya doang, ga tau deh kata orang lain gimana. 
***
omong-omong rumah sakit, paginya saya juga habis berobat dari rumah sakit. lalu saya sempat bercakap-cakap dengan ibu saya, saya mau kerja kayak giman nanti setelah saya lulus. saya bilang, mau di rumah sakit. lalu ibu saya bertanya sambil sedikit tertawa,
kalo gitu mah kenapa ga sekalian aja jadi dokter atuh dari dulu?
dan saya pun terdiam. ![]()