scentio ergo sum

aku merasa maka aku ada

dan aku adalah penggemar google translate :3
Posts I Like

saya jarang nonton tivi ataupun nonton di bioskop. tapi bukan berarti saya ga pernah nonton juga lah ya. nah, dari film-film yang sudah saya tonton itu, sepanjang yang saya ingat, ada tiga film yang membuat saya bercucuran air mata.

  1. the kite runner

  2. saya lupa, bukunya atau filmnya yang lebih dulu saya baca. yang jelas saya nontonnya di rumah pada suatu libur akhir semester, di channel HBO. isinya cerita tentang persahabatan yang mengharukan sekali. :’( di samping itu ada bagian dari ceritanya yang membuat saya memikirkan tentang adik saya. ada cerita yang (menurut saya) mirip sama kisahnya dia lah, pokonya….. dan tentu saja kutipannya “for you, thousand times over” juga mengena sekali ya :). saya harap saya selalu bisa menjaga hubungan baik dengan teman/sahabat yang pernah saya miliki, dengan kesetiaan seperti kesetiaan hassan kepada amir.
  3. my sister’s keeper

  4. saya baca bukunya dulu sebelum nonton filmnya. dan saya sudah tahu bahwa akhir cerita di film beda dengan akhir cerita di bukunya. membaca bukunya, saya nangis (sesenggukan). menonton filmnya, saya nangis (sesenggukan) juga. mungkin karena visualisasinya memang cukup sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan jodi picoult lewat bukunya. saya ingat mata saya mulai basah saat anna melihat-lihat scrapbook berisi gambar orang-orang terdekatnya. well, sebenarnya ada banyaaak sekali adegan yang membuat air mata mengucur deras dari kelenjar lakrimal saya. salah satunya saat kakak laki-laki kate harus membatalkan rencana liburannya demi anna. hiks :(( saya langsung kepikiran, sepertinya saya juga pernah mengalami hal seperti itu dengan saudara-saudara saya. dan tidak lupa tentang beban yang dipikul kate atas penyakit berat yang dideritanya. beban yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang mengalaminya langsung. pasti berat rasanya. saya bersyukur saya dan keluarga diberi kondisi kesehatan yang cukup baik dan normal.
  5. mary and max

  6. awalnya saya tidak menduga film kartun yang satu ini rupanya bisa membuat saya menangis. saya terharu menonton kisah yang terjadi di antara mary dan max. sindrom asperger membuat max tidak bisa merasakan kehidupan dan dunia senormal manusia lainnya. sedangkan mary begitu tulus memberikan perhatian kepada pengidap sindrom asperger itu. bagian yang membuat air mata saya mulai menetes adalah saat suami mary meninggalkan mary. mary begitu putus asa, bahkan nyaris mengakhiri hidupnya. kalimat-kalimat yang ada di film ini juga banyak yang menyentuh (kalo engga ya ga bakal nangis juga sayanya, haha). salah satu yang paling saya ingat adalah yang tertulis di kepingan berbentuk hati yang digenggam mary saat pemakaman ibunya : “love yourself first”. hm, berhubung saat menontonnya sedang ada kisah cinta memasuki kehidupan saya, kalimat nasihat ini jadi terngiang-ngiang terus di otak saya. lagipula memang benar kan, sudah sepantasnya kita mencintai diri kita sendiri sebelum mengklaim bahwa kita mencintai orang lain.

di samping ketiga film itu, ada juga sih beberapa film yang menyedihkan yang pernah saya tonton. tapi yang bikin nangis ya baru tiga itu. mungkin karena saya nonton ketiganya itu pas lagi sendirian kali ya. mungkin kalo nonton ketiga film yang saya sebutkan itu pas ga lagi sendirian, saya ga bakal sampe nangis nontonnya…mungkin.

Posted via email from scentio ergo sum